Pemerintah akan menambah penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 1,8 triliun. Penambahan ini ditujukan untuk menutup peningkatan kebutuhan pembiayaan akibat peningkatan defisit dalam RAPBN-P 2010 yang sebesar 2,1%. Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto di Gedung Kementerian Keuangan mengatakan akan ada tambahan Rp 1,8 triliun yang dilakukan penerbitan secara reguler. (detik/fa)