Pengembangan 11 pusat perbelanjaan (mal) di
Jakarta akan menelan dana investasi sekitar Rp 6,5 trilliun. Pembangunan mal ini akan berlangsung dalam kurun waktu 2010-2011. Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panagian Simanungkalit mengatakan, tingginya minat mendirikan mal ditopang perbaikan kondisi perekonomian dalam negeri. Kesepakatan perdagangan bebas Asean-Tiongkok (AC-FTA) juga berdampak positif terhadap pengembangan mal di Tanah Air. (investor/aw)